Latar Belakang perlunya Revitalisasi Puskesmas

Kenapa diperlukan adanya Revitalisasi Puskesmas ?

  1. Adanya perubahan lingkungan strategik internal maupun eksternal yang berpengaruh pada proses penyelenggaraan pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan tingkat primer/pertama termasuk pelayanan kesehatan di Puskesmas
  2. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan khususnya pada tingkat primer/ pertama  belum sepenuhnya terlaksana secara berkualitas, berkesinambungan,  adil dan merata. Hal ini terlihat masih lebarnya disparitas status kesehatan antara daerah satu dengan lainnya
  3. Dari 9.458 puskesmas (Pusdatin, Oktober 2012) terdapat variasi dalam kemampuan melaksanakan ketiga fungsi puskesmas dalam SK Menkes 128/ MENKES/SK/II/2004. Hal ini terjadi karena tidak ada keharusan untuk men-”strata” puskesmas sesuai kondisi dan  tingkat kemampuannya dalam menjalankan fungsi yang diharapkan
  4. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan dalam upaya perbaikan dan peningkatan status kesehatannya, antara lain :
    1. Upaya percepatan pencapaian target sasaran global MDGs kesehatan pada tahun 2015.
    2. Kendala mengimplementasikan kesepakatan World Health Assembly (WHA 2008) yang berorientasi pada :
      1. Pelayanan kesehatan yang adil dan merata (universal coverage)
      2. Pelayanan yang berpihak pada kepentingan rakyat (people centred)
      3. Kebijakan publik untuk kesehatan (Healthy public policy)
      4. Kepemimpinan (Leadership), dalam upaya mencapai tujuan Sehat bagi Semua (Health For All Leadership)

Tantangan terhadap pemberlakuan kebijakan nasional terkait UU No. 40/2004 tentang SJSN dan UU No. 24/2011 tentang BPJS, khusus untuk bidang kesehatan.

  1. Perlunya meninjau ulang rumusan fungsi puskesmas dalam Kepmenkes 128/MENKES/SK/ II/2004 karena penilaian dan indikator kinerja tidak spesifik sehingga implementasi dari fungsi-fungsi tersebut sulit terukur, seperti diuraikan berikut ini:.  
    1. Fungsi I: Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan sebagai salah satu turunan strategi pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010, tidak dapat dilaksanakan sebagian puskesmas karena bentuk kegiatan dan indikator penilaian kinerjanya yang tidak spesifik.
    2. Fungsi II: Pusat Pemberdayaan Masyarakat di Puskesmas tumpang tindih dengan fungsinya sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama (dalam hal ini UKM di puskesmas), dimana pemberdayaan masyarakat di tingkat puskesmas adalah bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan, sehingga sulit penilai kinerja fungsinya.
    3. Fungsi III: Pusat pelayanan  kesehatan tingkat pertama. meliputi layanan kesehatan perseorangan dan masyarakat, namun dalam praktik pelaksanaannya, puskesmas lebih cenderung melakukan pelayanan kuratif dibandingkan layanan promotif dan preventif pada sasaran masyarakat luas umumnya (UKM), hal ini terjadi karena :
      1. Konsep sehat-sakit sebagai Pendekatan/ Cara Hidup Sehat atau  Paradigma Sehat” (gbr:1) belum sepenuhnya dipahami masyarakat dan  Pemda. Upaya promotif-preventif di Puskesmas dalam implementasi UKM, menjadi “terabaikan”.
      2. Persepsi yang salah.
        1. Banyak pihak termasuk masyarakat, menganggap bahwa puskesmas adalah tempat orang mencari pengobatan sehingga puskesmas lebih banyak dimanfaatkan untuk tujuan kuratif dari pada berkonsultasi untuk layanan promotif/preventif baik oleh masyarakat menengah dan bawah, baik di  perkotaan maupun perdesaan. Kondisi demikian akan merugikan sistem penyelenggaraan layanan kesehatan perseorangan dan sistem rujukan yang pada gilirannya pelayanan kesehatan menjadi tidak lagi efektif dan efisien.
          clip_image002
        2. Pemda mempersepsikan bahwa layanan kuratif akan lebih menguntungkan karena menjadi salah satu sumber PAD

Puskesmas seharusnya mampu menjadi fasyankes dimana terjadi kontak pertama (gate keeper), antara pemberi layanan kesehatan perseorangan dengan pengguna layanan  sekaligus berperan sebagai  penapis sistem rujukan dengan benar. Namun pada kenyataan banyak puskesmas yang belum dapat difungsikan sebagai penyelenggara  pelayanan kesehatan perseorangan dengan baik karena keberagaman kondisi puskesmas, sehingga fungsi puskesmas khususnya sebagai pusat pelayanan kesehatan perseorangan/ UKP seperti dirumuskan semula, perlu ditinjau kembali.

[draguscn]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s